Kreativitas Start-Up Binaan, UI Hadirkan Co-working Space

Kreativitas Start-Up Binaan, UI Hadirkan Co-working Space

Universitas Indonesia (UI) menghadirkan ruang kerja komunal (co-working space) guna mengakomodasi pertumbuhan start-up di lingkungan UI.

Peresmian co-working space yang berlokasi di Gedung Perpustakaaan UI dilakukan oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir Muhammad Anis., M.Met dan didamping oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA selaku Wakil Rektor Bidang SDM dan Kerja Sama, Prof. Sidharta Utama Ph.D, CFA selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum serta Dr. drg Nia A.I Noerhadi MDSC., Sp.Ort.(K). – Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit – Unit Usaha (DPPU) UI.

Co-working space UI Works menyediakan beragam pilihan ruang kerja, baik untuk kerja sendiri, bersama, ruang rapat maupun kantor ukuran kecil dengan berbagai fasilitas seperti meja, kursi, jaringan internet, sofa, locker akses menggunakan fasilitas dan data base Perpustakaan Universitas Indonesia bagi pengunjung non UI.

Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit – Unit Usaha (DPPU) UI Dr. Nia Noerhadi mengatakan,” Kehadiran co-working space ini merupakan salah satu upaya UI merangkum para start up binaan agar survive dengan cara menyediakan ruang kerja untuk menunjang kegiatan usaha.”

“Ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata UI menumbuhkembangkan ekonomi kreatif serta mendukung program pemerintah Gerakan Nasional 1000 Start up Digital,” kata Dr Nia lagi.

Pada kesempatan ini, Rektor UI juga menanda tangani prasasti Unit Layanan Terpadu -Sentra Informasi dan Pelayanan Publik yang merupakan bentuk reformasi birokrasi di UI yang mengintegrasikan seluruh layanan yang diberikan kepada stake holder UI dalam satu atap.

Pada saat yang sama, Rektor juta meresmikan Kantin Prima sebagai fasilitas yang diberikan untuk para karyawan Pusat Administrasi Universitas Indonesia.

Dengan adanya peresmian beberapa fasilitas ini, diharapkan UI dapat memberikan peningkatan pelayanan bagi seluruh stakeholder UI.

Alat Penangkal Kecanduan Gadget Nettox Karya Mahasiwa UI

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia berhasil menciptakan alat yang bisa digunakan sebagai penangkal kecanduan gadget, bernama Nettox.

Nettox adalah singkatan dari internet detox atau detoksifikasi daring, dimana para mahasiswa butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan Nettox.

Uji coba penelitian yang didanai oleh Irfan Budi Satria itu dilakukan kepada mahasiswa bernama Tyas Sisianindita yang menghabiskan hampir delapan jam sehari dengan gadget dia.

“Saya sadar bahwa saya kecanduan,” kata Tyas seperti dilansir https://bcjambi.com/.

Tyas biasa menggunakan smartphone-nya hingga lima jam pada malam hari menjelang tidur. Nettox bentuknya mirip jam tangan, dengan ukuran yang sedikit lebih besar.

Pada Nettox terdapat sensor pengukur kandungan oksigen pada sel darah merah (hemoglobin oxygen levels) dan pengukur detak jantung (heart rate variability/ HRV).

Berdasarkan pengukuran normal melalui Nettox, ukuran HRV Tyas ada di angka 44 dari skala normal menurut American Psychological Association yakni 60 untuk usia 18 sampai 25 tahun.

Nettox kemudian memperingatkan pengguna gadget jika kadar HRV dan kadar oksigen dalam darah merah turun, sehingga bisa segera meletakkan gadget mereka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *